Mitos Tentang Menyusui yang Perlu Diketahui

Mitos Tentang Menyusui yang Perlu Diketahui

PrimaDaily – Munculnya sejumlah mitos tentang menyusui yang dilakukan oleh para ibu yang baru melahirkan terkadang membuat para ibu cemas. Padahal kegiatan menyusui dipercaya sebagai kekuatan dalam mempererat hubungan antara ibu dan anak. ASI (Air Susu Ibu) juga sangat bagus untuk tumbuh kembang bayi.

Oleh sebab itu jika anda dihadapkan kepada mitos, tentulah ibu perlu menyaring dan mencari kebenaran informasi tersebut. Maka untuk informasi tambahan, berikut ini disajikan sejumlah mitos tentang menyusui.

Mitos Tentang Menyusui

Menyadur dari laman UNICEF dan sumber lainnya, mitos-mitos tersebut yaitu:

  1. Makanan Mempengaruhi Rasa Air Susu Ibu

Hingga kini masih ditemukan sebuah mitos yang mengatakan bahwa makanan yang diasup oleh ibu akan mempengaruhi rasa ASI yang dikeluarkan. Contoh jika seorang ibu mengonsumsi makanan-makanan pedas maka ASI yang dihasilkan memiliki rasa yang serupa.

Padahal sebenarnya apapun yang dikonsumsi oleh ibu tidak mempengaruhi cita rasa air susu ibu. Lagipula bayi juga sudah terbiasa terhadap preferensi makanan ibunya sendiri sejak di dalam kandungan.

  1. Menyusui Membuat Payudara Menjadi Kendur

Menyusui akan membuat payudara seseorang menjadi kendur. Akhirnya membuat sejumlah ibu-ibu khususnya ibu muda lebih memilih memberikan susu formula daripada harus menyusui. Nah mitos yang satu ini memang kerap dijumpai dalam masyarakat.

Tetapi ketahuilah, kulit dan jaringan payudara memang otomatis merenggang ketika menyusui si kecil namun tidak membuat payudara anda menjadi kendur. Biasanya payudara kendur berkaitan dengan faktor usia, faktor genetik, ukuran indeks massa tubuh, bahkan karena kebiasaan merokok.

  1. Ukuran Payudara Mempengaruhi ASI

Ibu yang memiliki payudara kecil akan lebih sedikit menghasilkan ASI, begitu sebaliknya. Inilah yang mitos yang paling banyak beredar pada masyarakat. Tetapi faktanya, ukuran payudara seseorang tidaklah mempengaruhi produksi ASI.

Sedikit banyaknya ASI yang dihasilkan oleh busui (ibu menyusui) bergantung pada seberapa baik mulut bayi menyedot ASI serta frekuensi menyusuinya.

  1. Tak Boleh Menyusui Saat Sakit

Katanya ibu tidak boleh menyusui saat sedang dilanda sakit. Namun hal ini masih bergantung pada jenis penyakitnya. Ibu biasanya masih bisa terus menyusui meski saat sakit.

Tetapi dengan syarat, ibu harus memastikan perawatan yang baik dan tepat. Ibu harus banyak minum air serta mengonsumsi makanan-makanan sehat. Selain itu ibu harus mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

  1. Menyuci Puting Sebelum Menyusui

Puting menghasilkan zat berbau seperti bayi namun mengandung bakteri baik. Bakteri baik ini dapat membantu bayi dalam membangun sistem kekebalan tubuhnya. Oleh karena itu menyuci puting dirasa tidak perlu. Selain itu saat bayi telah lahir, bayi juga sudah akrab dengan bau serta suara ibunya sendiri.