3 Hal Penting dalam Menjaga Pernikahan Agar Tetap Langgeng

3 Hal Penting dalam Menjaga Pernikahan Agar Tetap Langgeng

PrimaDaily – Menjaga pernikahan agar tetap langgeng sampai akhir hayat adalah dambaan yang harus dilakukan oleh semua pasangan pernikahan. Karena menikah bukanlah sebuah keputusan yang gampang saja. Menikah merupakan pilihan pasti dalam menerima berbagai kemungkinan yang terjadi ketika dua orang telah disatukan dalam ikatan janji suci.

Namun tak jarang ditemui di dunia ini bahwa ketika rumah tangga sudah tidak memliki pikiran yang sejalan dan tidak dapat memperbaiki masalah secara baik-baik maka kedepannya menjadi perjalanan rumah tangga yang tidak mulus. Oleh karena itu cobalah perhatikan dulu hal penting berikut ini.

Baca Juga: Kenali Pria yang Berpotensi Buat Hidupmu Berantakan

Hal Penting dalam Menjaga Pernikahan Agar Tetap Langgeng

Terdapat setidaknya 3 hal hak yang harus diperoleh baik suami maupun istri.

Hak bersuara dan mengambil keputusan

Ada kalanya suami sedang tidak ingin meminta pendapat sang istri terkait hal yang berhubungan dengan rumah tangga. Mungkin niat tersebut adalah baik sebab suami tidak ingin terbebani dan tidak ingin menyusahkan hati.

Akan tetapi pada kenyataannya seringkali terjadi ketika suami melakukan suatu hal yang besar tanpa perlu masukan istri. Hal itu seperti kita dikendalikan sepenuhnya oleh mereka. Oleh karenanya perlu hak suara dari kedua pihak untuk mengambil sebuah kesepakatan secara bersama.

Hak privasi

Ternyata hak privasi itu perlu. Namun yang perlu diketahui bahwa hanya ketika seseorang memiliki pemikiran sendiri dan ingin merahasiakannya saja, bukan berarti mereka memiliki sesuatu untuk benar-benar disembunyikan. Jadi baik privasi suami maupun privasi istri tidak usah diumbar ke orang lain.

Hak memiliki waktu sendiri

Salah satu hubungan yang sehat ditandai dengan saling memahami satu sama lain. Caranya bisa dengan membiarkan pasangan memiliki momen “me time” nya sendiri. Karena kemungkinan baik suami maupun istri kadangkala sedang tidak ingin diganggu pikirannya.

Misalnya ketika suami memiliki masalah pada pekerjaannya. Sehingga harus membutuhkan konsentrasi penuh untuk dapat menghasilkan solusi. Anda sebagai istri cukup memahaminya saja. Nantinya akan ada saat bagi istri untuk mendengar kegelisahan suami setelah ia terlepas dari momen “me time” nya itu.