4 Mitos Tentang Terapi Pijat & Faktanya

Mitos terapi pijat

PrimaDaily – Pijatan dapat membantu dalam menangani sejumlah masalah kesehatan namun bukan berarti tak ada mitos yang beredar soal terapi pijat. Seorang terapis pijat, Tracy L. Segall menyebutkan setidaknya ada 4 mitos yang paling banyak beredar di masyarakat terkait perihal pijatan ataupun terapi pijat.

Mitos Pertama

‘Pijatan adalah pijatan, dimanapun akan sama saja’.

Faktanya, semua jenis pijatan tentu mempunyai tujuan. Salah satu contohnya adalah pijat relaksasi. Pijat relaksasi memiliki tujuan untuk menenangkan pikiran serta tubuh.

Terapi pijat dalam pengaturan rumah sakit maupun pengaturan klinis mestilah diberikan oleh tenaga profesional yang berlisensi. Dimana mereka telah dilatih untuk fokus menemukan bidang masalah. Oleh karena itu bidang masalah dapat meningkatkan penyembuhannya bila dikombinasikan dengan bantuan tenaga ahli pijat.

Lihat Lainnya: 11 Cara Mengatasi Rasa Mual Saat Hamil

Mitos Kedua

‘Efek pijatan hanya sementara’.

Faktanya, terapis pijat yang berpengalaman akan melakukan pijatan tidak hanya mengatasi rasa nyeri sementara saja. Namun terapis pijat yang baik akan berupaya membuat pasien pijatnya senyaman mungkin setelah efek pijatan telah hilang.

Oleh karena otot memiliki ingatan yang panjang, maka pijat teratur yang dilakukan oleh terapis akan membantu dalam mengatasi pola rasa sakit pasien serta membiasakan kembali otot untuk meningkatkan mekanika serta postur tubuh.

Mitos Ketiga

‘Pijat tidak dapat membantu masalah migrain’.

Faktanya, upaya terapi pijat ialah sebuah pengobatan komplementer untuk masalah sakit kepala seperti migrain. Pijat disebut mampu melepaskan ketegangan yang mengganggu fungsi pembuluh darah yang memasok otak. Dimana masalah yang terdapat pada fungsi pembuluh darah dipercaya menyebabkan gejala migrain.

Mitos Keempat

‘Terapi pijat hanya untuk otot’.

Faktanya, pijat bukan hanya untuk memanipulasi otot saja akan tetapi pijat dapat meregangkan area fasia yang mengencang. Pijatan bisa secara manual dalam hal memindahkan cairan agar sendi menjadi longgar serta mengurangi pembengkakan.

Selain itu aktivitas pijat juga dapat membantu dalam menyirkulasi darah, yang menggerakkan nutrisi serta limbah di dalam tubuh. Proses pijat juga mampu meningkatkan aliran getah bening, cairan yang biasanya bergerak melalui tubuh dalam hal melawan infeksi. Dengan mengurangi pembengkakan yang amat sakit.